Sumbangan Ahmadiyah Terhadap Islam, Komentar Tokoh Dunia Islam Dan Tanggapan Pers Tentang Ahmadiyah

Sumbangan Ahmadiyah Terhadap Islam, Komentar Tokoh Dunia Islam Dan Tanggapan Pers Tentang Ahmadiyah

Apa yang diberikan Ahmadiyah kepada dunia Islam dan umat pada hakikatnya adalah kenyataan yang sukar dipungkiri. Orang yang tidak menyenangi atau memusuhi Jemaat Ahmadiyah dan Pendirinya selayaknya tidak menutup mata terhadap usaha dan amal Ahmadiyah di semua bidang. Mungkin akan dikatakan sepihak jika kami kemukakan pendapat Jemaat sendiri tentang apa-apa jasa Ahmadiyah terhadap dunia Islam. Untuk itu berikut ini kami langsung ke persoalan pokok dengan menurunkan beberapa komentar suratkabar (majalah) serta para cendikiawan Barat dan dalam negeri tentang segala aspek dan kegiatan Ahmadiyah ini:

  1. Edische Courant, negeri Belanda, dalam edisinya 11 Oktober 1968, menulis, bahwa menanggapi sepak terjang Jemaat Ahmadiyah mempunyai suatu rencana yang luas dan besar sekali prospeknya. Dikatakannya pula, bahwa jikalau Eropa tidak bersatupadu   menghadapi Islam yang dibawa oleh Ahmadiyah niscaya air pasang yang mengancam    akan melanda negeri-negeri Eropa itu, tidak akan dapat dicegah lagi.
  2. Het Parool, 30 Maret 1962, menulis dengan judul yang besar “KEMAJUAN AGAMA -AGAMA DARI TIMUR, AGAMA KRISTEN DISERBU.”  Dalam artikel tersebut secara panjang lebar dikatakan, bahwa Jemaat Ahmadiyah dengan gigih sekali bekerja di Eropa menyebarkan agama Islam. Dikatakan oleh penulis, bahwa pergerakan ini mulai bangkit pada akhir abad yang lalu, akan tetapi dalam waktu yang tidak begitu lama, Jemaat ini sudah menginjakkan kakinya di Eropa. Misinya sekarang ini sangat giat sekali bekerja. Mereka mendirikan sebuah masjid di kota Den Haag, yang bertindak sebagai pusat perjuangan-nya. Dan di beberapa negri lainnya di Eropa mereka pun sudah mendirikan mesjis-mesjid. Itulah cara mereka memperjuangkan Islam di Barat.
  3. Ada beberapa surat kabar, berkala seperti mingguan “Haagsche” (17 Agustus 1963) yang menyatakan antara lain, bahwa tradisi lama dari orang-orang Barat ialah mengutus rohaniawan-rohaniawan atau pendeta-pendeta ke jurusan Timur untuk menyampaikan agama Kristen. Akan tetapi sesudah Perang Dunia kedua keadaan itu terbalik. Sekarang kita lihat, katanya, missionary-missionary Islam dari Timur mendatangi negeri-negeri Barat untuk menyebarkan agamanya, dan Jemaat Ahmadiyah adalah suatu Jemaat yang tampil paling terkemuka dalam hubungan dengan rencana itu.
  4. Dr. van Leeuwen,seorang penganjur Kristen yang terkenal di kalangan Hervormde Kerk di negeri Belanda, dalam sebuah pidatonya yang dikutip dan dimuat dalam bulletin perkumpulan Hervomde Kerk di kota Leiden mengatakan, bahwa “Dengan perantaraan Jema at Ahmadiyah, Islam sudah mendapatkan pengaruh dan perhatian di Eropa”, demikian  Dr. van Leeuwen. Kata-kata tersebut diucapkan pada suatu konferensi yang dihadiri oleh sejumlah pendeta-pendeta dari golongan gereja itu.
  5. Ada lagi sebuah surat kabar yang diterbitkan oleh pihak Katolik yang bernama “Nieuwe Haagsch Courant”, suratkabar ini pada tgl 12 Februari 1959 menyiarkan berita berukuran besar yang bergambar mesjid Jemaat Ahmadiyah di Den Haag dengan keterangan di bawahnya, berbunyi: “Gambar ini bukan diambil dari Kairo, Bagdad, atau Karachi, melainkan mesjid Den Haag. Dan orang-orang yang bersembahyang di sini adalah orang-orang asli di sini”  Wartawan surat kabar itu selanjutnya menyebutkan, “…Dari sejarah kita mengetahui bahwa orang-orang Islam di masa lalu sudah datang dua kali ke benua Eropa. Pertama kali pada abad ke 8 dan ke dua  kalinya adalah pada abad ke 15. Kedua kalinya mereka masuk dengan alat senjata dan kekuatan fisik, dan mereka menghadapi kekuatan juga. Serangan-serangan semacm ini dengan mudah dapat diberhentikan. Akan tetapi masuknya Islam pada zaman sekarang ini dengan senjata sangat halus dan ampuh. Mereka kali ini tidak dihadapi oleh tentara yang bersenjata, akan tetapi berhadapan dengan  pemuda-pemuda Kristen yang hatinya kosong dari keimanan dan kepercayaannya sudah  lama habis.”
  6. Kristilight Dagblad” Copenhagen, 15 Desember 1958, menulis: “Kami sungguh berkepentingan untuk mengikuti apa hasil yang akan dicapai oleh serbuan  yang akan dilakukan oleh Islam terhadap Skandinavia. Kelihatannya memang tidak meragukan lagi, bahwa orang-orang Ahmadiyah ini akan mendapat hasil dan sukses. Dibanding dengan orang-orang Islam biasa, orang-orang Ahmadi jauh lebih serius. Mengenai masalah jihad, mereka tidak sepaham dengan orang-orang Islam umum yang mengatakan jihad itu mengangkat pedang. Menurut Ahmadiyah ayat Alquran mengatakan tidak ada paksaan dalam agamaadalah tegas dan menentukan...” 
  7. Mingguan “Life” Amerika, 9 Mei 1955 menulis: “Belum selang beberapa lama umat Islam belum punya suatu gerakan teratur dan terorganisir  baik di dalam bidang dakwah. Akan tetapi sekarang kita jumpai tanda yang nyata pada mereka dengan perhatiannya terhadap tehnik dakwah misi-misi Kristen……. Golongan Islam yang paling kuat, paling dinamis dan hidup di antara umat Islam adalah golongan Ahmadiyah yang berpusat di Pakistan yang memiliki pusat-pusat dakwah di seluruh Eropa, Afrika, Amerika dan Timur Jauh… Di beberapa daerah di mana missionary-missionary Kristen dan Mubaligh-mubaligh Islam Ahmadiyah berlomba-lomba   dalam dakwah maka hasil yang dia capai ialah, apabila seorang dimasukkan ke dalam  Kristen, maka sepuluh orang lainnya masuk ke dalam Islam (Ahmadiyah).” Majalah “Life” terbit di Amerika dengan oplaag 55 juta exemplar dibaca oleh berbagai bangsa   dan agama di dunia.
  8. Ahli sejarah dan sastrawan Muhammad Akram MA menulis: “Pengaruh Jemaat Ahmadiyah memang jauh sekali. Ini disebabkan kepercayaan Pendiri Jemaat Ahmadiyah dan pengikutnya, bahwa jihad dengan pedang bukanlah masanya sekarang ini. Yang diperlukan adalah jihad dengan pena, jihad dengan lisan dan tulisan. Pendirian mereka ini tidak sejalan dengan pendirian umat Islam lainnya           Karena kepercayaan umum Islam terhadap jihad dengan pedang itu, maka akhirnya jihad ‘am dan dakwah pun tidak dilakukan. Orang Ahmadiyah yang mengakui jihad dengan dakwah itu mereka yang melakukannya dengan menganggapnya sebagai kewajiban. Disini mereka berhasil dan sukses” (Mud’i  Kauthar, hlm.193-194).
  9. Sarjana ini lebih jauh menulis: “Usaha dakwah Ahmadiyah tidak saja di Inggris tetapi mereka mereka mendirikan pusat-pusat dakwah  di negara-negara lain. Di seluruh dunia Islam, orang Ahmadiyahlah yang menemukan jalan itu.” 
  10. Selecta” no.65, 30 Mei 1961menulis: “Di beberapa kota besar di Amerika Serikat kedapatan beberapa Islamic Centre yang  kebanyakan digerakan oleh Ahmadiyah…”   

Leave a Reply

Your email address will not be published.