Peringatan Agung Dari Ilahi Bag.1

Peringatan Agung Dari Ilahi Bag.1

PERINGATAN AGUNG DARI ILAHI (BERITA KESELAMATAN)

Berikut ini adalah pidato yang diucapkan Hadhrat Khalifatul Masih III pada tanggal 28 Juli 1967 di Balai Kota Wandsworth London, dan ditunjukan  terutama sekali kepada bangsa-bangsa Eropa.

Pidato ini didahului dengan pembacaan Syahadat, Ta ‘Awudz dan Al-Fatihah.

Selaku Imam Jema’at Ahmadiyah, saya mendapat kehormatan menduduki suatu jabatan rohani. Dalam kedudukan itu saya dibebani beberapa kewajiban yang tidak boleh saya letakkan pada saat apapun, sampai saya menghembuskan nafas yang penghabisan. Kewajiban saya itu meliputi seluruh umat manusia dan disebabkan ikatan persaudaraan saya mencintai setiap orang.

Saudara-saudara yang terhormat ! Pada masa ini umat manusia sedang berada di tepi jurang bencana yang berbahaya. Berhubung dengan ini saya ada membawa satu berita penting untuk tuan-tuan dan saudara-saudara semua. Mengingat pada kesempatan yang ada, saya akan berusaha mengemukakannya dengan singkat.

Berita yang saya bawa itu ialah berita keselamatan, keamanan dan harapan untuk seluruh umat manusia. Dan saya mengharapkan agar hadirin sudi mendengarkan uraian singkat saya ini dengan cermat, dan kemudian merenungkannya dengan pandangan luas serta pikiran yang jernih.

Pelaksana revolusi besar

Saya ingin menyatakan kepada hadirin bahwa tahun 1835 adalah tahun yang amat penting sekali dalam sejarah umat manusia, karena pada tahun itu di sebuah kampung yang tidak dikenal dan terpencil pula, di India Utara, telah lahir seorang anak lelaki pada satu keluarga yang telah kehilangan kebesaran dan kejayaan sama sekali, walaupun dahulu nenek moyangnya lama memerintah di daerah itu. Untuk anak yang lahir itu telah ditakdirkan, bahwa ia akan melaksanakan suatu revolusi besar, bukan hanya di alam rohani saja, melainkan juga di alam kebendaan.

Oleh orang tuanya anak itu diberi nama Mirza Ghulam Ahmad dan kemudian telah masyhur dengan nama Mirza Ghulam Ahmad Qadiani dan dengan gelar-gelar yang dianugerahkan Tuhan, sebagai Masih dan Mahdi a.s.

Sebelum berbicara tentang revolusi rohani dan Mahdi yang besar itu, lebih dahulu saya ingin mengemukakan riwayat hidup beliau dengan sangat ringkas.

Dari penyelidikan sejarah ternyata bahwa beliau lahir pada tanggal 13 Februari 1835. Zaman kelahiran beliau itu adalah zaman kebodohan yang sangat dan sedikit sekali perhatian orang kepada pengajaran, sehingga apabila seorang menerima sepucuk surat, maka terpaksa ia bersusah payah mencari orang yang akan membacakannya. Di zaman kebodohan itulah ayah beliau menetapkan beberapa orang guru yang sederhana pengetahuannya untuk mengajar beliau membaca Al-Qur’an. Tetapi guru-guru itu tidak mampu memberikan pelajaran dasar pun tentang ma’rifat-ma’rifat Al Qur’an dan rahasia-rahasia rohani Selain guru-guru tersebut diberikan pula kepada beliau pelajaran-pelajaran pendahuluan tentang bahasa Arab dan Parsi.

Lebih dari itu beliau tidak belajar apa-apa dari guru, kecuali beberapa buah kitab tentang ketabiban yang beliau pelajari dari ayah beliau sendiri, seorang tabib yang kenamaan di masa itu. Itulah seluruh pendidikan yang beliau peroleh dengan melalui perguruan. Beliau memang sangat gemar mentelaah kitab-kitab dan biasanya sibuk membaca-baca buku-buku yang ada dalam perpustakaan ayah beliau. Akan tetapi oleh karena ilmu pengetahun belum begitu dihargai di zaman itu dan lagi oleh karena ayah beliau sendiri ingin supaya beliau membantunya dalam urusan-urusan duniawi dan supaya beliau mempelajari cara-cara mencari penghidupan dan cara hidup yang terhormat di dunia, maka ayah beliau sering melarang beliau menela’ah buku-buku dengan mengatakan: “Terlalu banyak membaca akan mengganggu kesehatanmu”.

Jelaslah bahwa dengan pendidikan yang sangat sederhana itu beliau sekali-kali tidak akan dapat melaksanakan tugas agung yang dibebankan Allah swt. kepada beliau. Oleh karena itu Allah Taa’la sendiri yang menjadi guru beliau dan Dia-lah yang mengajarkan marifat-marifat Al-Qur’an, rahasia-rahasia rohani dan dasar-dasar ilmu duniawi kepada beliau. Dan Dialah yang menyinari otak beliau dengan Nur-Nya, mengangkat beliau menjadi Raja Pena, menganugerahi beliau keindahan dan kemanisan berbicara dan memungkinkan beliau mengarang puluhan kitab yang tidak ada bandingannya, serta memberi beliau kesempatan  untuk mengucapkan ratusan pidato-pidato yang berisikan khazanah ilmu pengetahuan dan ma’rifat.

Begitu pentingnya tahun 1835 dan begitu hebatnya anak yang akan lahir di tahun itu sehingga kelahirannya itu telah dinubuwatkan dalam Kitab-kitab Suci terdahulu. Berkenaan dengan ini saya ingin mengemukakan hanya sebuah khabar gaib (nubuwat) saja, yaitu yang disabdakan, oleh Nabi Besar Muhammad saw. Kira-kira 14 abad yang lalu. Beliau bersabda:

اِنَّ لِمَهْدِينَا آيَتَيْنِ لَمْ تَكُوْنَا مُنْذُ خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضِ تَنْكَسِفُ الْقَمَرُ لاَوًّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ وَتَنْكَسِفُ الشَّمْسُ فِى النِّصْفِ مِنْهُ وَلَمْ تَكُوْنَ مُنْذُ خَلَقَ اللهُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ

“Bagi Mahdi kami ada dua tanda yang belum pernah terjadi semenjak kejadian langit dan bumi; bulan akan gerhana pada malam yang pertama dalam bulan Ramadhan dan matahari akan gerhana pada hari pertengahan dari padanya ; dan keduanya belum pernah terjadi semenjak kejadian langit dan bumi ” (Ad-darul Qutni Jld. I hal 188)

Nabi Muhammad saw. telah menubuwatkan, bahwa di kalangan umat Islam akan muncul banyak pendakwa- pendakwa palsu yang akan mengatakan, bahwa mereka adalah Imam Mahdi yang dijanjikan oleh Nabi Muhammad saw. pada hal mereka bukan Imam Mahdi.

Imam Mahdi yang sebenarnya hanyalah ia, yaitu yang kebenarannya akan dikuatkan oleh kesaksian dua tanda yang akan kelihatan dari langit, yaitu gerhana bulan dan matahari dalam satu bulan Ramadhan.

Gerhana bulan akan terjadi pada malam pertama dari malam-malam kemungkinan gerhana bulan, ialah tanggal 13 Ramadhan. Dan gerhana matahari akan terjadi pada hari kedua dari hari-hari kemungkinan gerhana matahari, yaitu tanggal 28 Ramadhan itu juga. Penetapan bulan Ramadhan diantara semua bulan, penegasan malam yang ke 13 untuk gerhana bulan dan penentuan hari yang ke-28 untuk gerhana matahari, adalah satu penetapan yang luar biasa, yang melebihi batas-batas tenaga dan ilmu pengetahuan manusia.

Akan tetapi setelah datang saatnya, maka benar-benar muncullah seorang yang mendakwakan dan mengatakan:

“Akulah Imam Mahdi”. Dan untuk membuktikan kebenaran dakwanya itu dua tanda telah kelihatan di langit, yaitu gerhana bulan dan matahari, sebagaimana yang telah dinubuwatkan itu.

Maka ini adalah satu khabar gaib yang luar biasa, yang merupakan satu mukjizat yang dinubuwatkan oleh Nabi Muhammad saw. untuk Mahdinya. Dan sebagaimana telah ditegaskan oleh kenyataan bahwa khabar gaib itu telah dinubuwatkan 14 abad sebelum terjadinya: Nubuwatan ini sungguh mengatasi akal, ramalan dan ilmu pengetahuan manusia.

Ulama minta bukti

Sempurnanya khabar gaib itu adalah begini. Anak Agung yang lahir pada tahun 1835 itu, setelah mendapat pemberitahuan dari Tuhan, pada tahun 1891 menyatakan kepada dunia, bahwa ia-lah Imam Mahdi yang dijanjikan itu. Untuk membuktikan kebenaran dakwanya ia kemukakan kepada dunia ribuan dalil-dalil yang aqli dan naqli, dan tanda-tanda serta khabar-khabar gaib yang dianugrahkan Allah kepada beliau, di antaranya banyak yang telah terjadi dimasa hidup beliau sendiri dan banyak pula yang terjadi sesudah itu sampai hari ini.

Akan tetapi ulama-ulama yang semasa dengan beliau tidak membenarkan dakwa beliau. Salah satu alasan untuk tidak membenarkan itu mereka katakan, bahwa tanda-tanda yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad saw. mengenai kedatangan Imam Mahdi, yakni gerhana bulan dan matahari pada tanggal yang tertentu dalam bulan Ramadhan, belum lagi terjadi. Oleh sebab itu beliau ini belum dapat mereka anggap Mahdi yang sebenarnya.

Akan tetapi Tuhan Yang Maha Kuasa, yang Maha Benar dalam janji-Nya, Maha Setia dan Maha Pencinta kepada hamba-hamba-Nya yang mukhlis, telah memperlihatkan gerhana bulan dan matahari itu pada tahun 1894, dalam bulan Ramadhan dan di tanggal-tanggal yang telah ditetapkan itu, yaitu tepat menurut janji-Nya dan menurut apa yang telah dinubuwatkan oleh Nabi Muhammad saw. Dengan demikian nyatalah bahwa Tuhan yang mengutus Muhammad saw. itu, yakni Tuhan semesta alam, mempunyai kebesaran, keagungan dan kekuasaan yang Maha Besar. Tuhan memperlihatkan tanda ini bukan satu kali saja, melainkan dua kali, yaitu pada tahun 1895 kepada penduduk belahan bumi Barat, dalam bulan Ramadhan dan tepat pada tanggal-tanggal yang telah ditetapkan, supaya orang-orang Timur dan Barat penduduk-penduduk dunia lama dan baru dapat menyaksikan kebesaran dan kekuasaan Allah serta dapat pula menyaksikan kebenaran Nabi Muhammad saw. dan kebenaran putera rohaninya, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Alangkah Agungnya Nabi Muhammad saw. yang menubuwatkan kejadian itu berdasarkan wahyu llahi yang beliau terima, dan alangkah besarnya pula putera rohani beliau itu, yang dengan wujudnya telah sempurna khabar gaib itu.

Dari zaman Nabi Muhammad saw. sampai ke zaman Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. walau pun telah banyak orang yang mengaku dirinya menjadi Imam Mahdi, akan tetapi tidak seorangpun diantara mereka yang kebenaran dakwanya dibuktikan bulan dan matahari, kecuali Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Hal yang satu ini saja cukuplah untuk menarik perhatian tuan-tuan supaya menyelidiki dakwa pendakwa itu dengan tenang dan sungguh-sungguh, pada malam ini saya mendapat kehormatan untuk menyampaikan pesannya kepada para hadirin, dan yang mana matahari dan bulan telah menjadi saksi atas kebesaran dan kebenarannya. Sekian tentang kesaksian matahari dan bulan. Sekarang marilah kita perhatikan suara bumi, apa katanya ?

Mata rantai revolusi

Telah ditakdirkan, bahwa dengan kedatangan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad selaku Masih Mau’ud dan Mahdi dan untuk menyatakan kebenaran beliau, akan terjadi revolusi-revolusi aneh dan hebat di muka bumi ini, baik dibidang kerohanian maupun di bidang keduniaan. Sebenarnya semua revolusi dan segala perubahan bersejarah itu merupakan pancaragam mata rantai dari rentetan revolusi besar yang mulai dengan kebangkitan beliau dan memberikan kesaksian atas kebenaran beliau.

 Apa lagi semua revolusi dan perubahan-perubahan yang bersejarah itu sesuai dengan apa yang telah dinubuwatkan oleh Nabi Muhammad saw. dan oleh Masih Mau’ud as. sendiri. Sebagai contoh baiklah saya kemukakan beberapa kejadian. Ketika beliau mula-mula mengemukakan dakwanya, belum ada satupun bangsa Timur yang sanggup menghadapi kekuasaan-kekuasaan Barat yang beradab dan kuat itu. Akan tetapi pada tahun 1904 beliau telah memberitahukan kepada dunia, bahwa tidak lama lagi akan bangkit di Timur kekuasaan-kekuasaan yang akan menyaingi kekuatan-kekuatan Barat yang beradab dan berkuasa itu, kekuasaan-kekuasaan mana kemudian terpaksa diakui oleh perang antara Rusia dan Jepang yang mengakibatkan kemenangan di pihak Jepang, sehingga muncullah satu kekuatan Timur.

Kemudian, sesudah Jepang kalah dalam Perang Dunia II, tampillah Cina dengan penuh kekuasaan dan ketimurannya sebagai satu kekuasaan Timur yang besar. Dengan bangkitnya kedua kekuasaan itu, maka datanglah dalam sejarah umat manusia satu gelombang baru yang begitu luas dan penting pengaruhnya dalam sejarah, sehingga tidak scorangpun dapat mengingkarinya. Dan semua ini telah terjadi menurut kehendak Ilahi dan sesuai benar dengan apa- apa yang telah dinubuwatkan oleh Masih Mau’ud as.

Satu lagi peristiwa yang penting di abad kita ini yang banyak sedikitnya telah mempengaruhi hampir seluruh dunia, ialah kebinasaan dan kemusnahan Tzar Rusia dengan pemerintahan imperialisnya, dan berkuasa kaum komunis Revolusi besar Rusia yang telah membelokkan arus sejarah dunia ke satu jurusan yang tertentu itu pun terjadi sesuai dengan apa yang telah beliau nubuwatkan. Pada tahun 1905 beliau menubuwatkan tentang kehancuran dan kemusnahan Tzar Rusia, keluarganya dan pemerintahnya Dan ini adalah pertepatan yang sangat mengherankan, bahwa tahun itu juga, yakni tidak beberapa bulan setelah tersiarnya khabar gaib itu maka muncullah satu partai politik, yang kira-kira 12 atau 13 tahun sesudah itu telah menyebabkan hancurnya kerajaan dan dinasti raja Tzar Dan kemudian itu berkuasalah komunisme mula-mula di Rusia sendiri dan kemudian di lain-lain tampat di dunia ini, hal mana tidak perlu dinyatakan lagi karena sangat jelas.

Tumbangnya pemerintah Tzar dan menangnya serta berkuasanya komunisme di Rusia merupakan peristiwa yang sangat penting dan sangat memilukan hati dalam sejarah umat manusia dan sangat mengharukan jika dibaca, akan tetapi tidak mungkin diabaikan. Tidak ada satu negarapun termasuk negara tuan-tuan sendiri, yang kebal terhadap pengaruh itu. Akan tetapi kami tidak merasa heran atau kaget terhadap perubahan-perubahan itu, karena mengenai revolusi-revolusi itu, tentang arahnya, kecepatannya dan kehebatannya telah dinubuwatkan lebih dahulu oleh Masih Mau’ud as. dan pada saatnya akan terbukti, bahwa semua perubahan-perubahan itu telah menyokong terlaksananya rencana Ilahi.

Kepada kami telah dikhabar gaibkan, bahwa di zaman Masih Mau’ud dan Imam Mahdi akan timbul dua kekuatan raksasa yang menyebabkan dunia terbagi pada dua golongan, dan tidak akan ada kekuatan yang akan sanggup menentang kekuatan mereka. Akhirnya kedua golongan itu akan bertarung satu sama lain yang mengakibatkan kemusnahan mereka.

Lanjutkan membaca Peringatan Agung dari Ilahi Bag 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.