Petunjuk-Petunjuk Jalsah Salanah Dari Khalifah Ahmadiyah ke-V

Petunjuk-Petunjuk Jalsah Salanah Dari Khalifah Ahmadiyah ke-V

Jalsah Salanah adalah pertemuan tahunan yang menjadi gambaran kerohanian dari Jamaah Muslim Ahmadiyah. Pertemuan ini sudah diadakan pada zaman pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah yaitu Hadhrat Mirza Ghulan Ahmad as. Sebagai suatu pertemuan rohani maka acara ini selalu diawasi dengak seksama oleh Khalifah yang menjabat. Dibawah ini adalah petunjuk-petunjuk Jalsah Salanah dari Khalifah Ahmadiyah ke-V pada acara Jalsah Salanah UK 2014

PERLUNYA JALSAH

Jaksah Salanah bukanlah Festifal, tetapi sebuah pertemuan Jema’at. Jangan sia-siakan waktumu untuk pertemuan-pertemuan pribadi, belanja dan berjualan, atau pamer model baju terbaru. Ungkapkan dengan saling memberikan senyuman satu sama lain. Jika anda merasakan hal yang tidak nyaman, akhirilah hal itu dengan sebuah senyuman, dalam hari-hari Jalsah ini. Sebarkanlah perbuatan / amalan-amalan saleh dan doronglah orang lain agar melakukan hal yang sama, jauhi amalan-amalan buruk.

Siapa saja yang hadir dalam Jalsah, harus berpartisipasi didalamnya secara penuh, dan tidak berkeliaran kesana kemari tanpa tujuan yang jelas, bahkan harus berupaya mendapatkan manfa’at yang maksimal dalam acara ini.

BERKAT-BERKAT JALSAH

Para Ahmadi seharusnya datang mengikuti Jalsah ini hadir dengan sepenuh jiwa – raga. Ini adalah Jalsah Salanah anda. Jangan sampai anda tidak menghadiri tanpa alasan yang benar. Beberapa orang ada yang datang hanya satu atau dua hari, bukannya mengikuti penuh tiga hari, dan tujuan kedatangannya hanya karena ingin bertemu teman-temannya saja dari pada untuk mendapatkan berkat-berkat Jalsah. Jika dalam pikiran mereka benar-benar menginginkan berkat, mereka seharusnya hadir penuh selama 3 (tiga) hari dan mendengarkan ceramah-ceramah dan acara-acara lainnya dengan khusu’ dan penuh perhatian. Jangan menyia-nyiakan saat yang berharga ini.

NASEHAT BAGI TUAN RUMAH

Dalam beberapa kesempatan, para pengemudi/pemilik kendaraan tuan rumah menawarkan untuk bisa mengantar para tamu dengan kendaraannya untuk mendapatkan uang. Hal ini bertentangan dengan semangat pengkhidmatan dan keramah-tamahan, seharusnyalah hal-hal seperti ini dihindarkan. Penghormatan dan pelayanan kita kepada para tamu harus menjadi tujuan kita dan kita seharusnya melayani mereka dengan cinta dan ketulusan serta dalam rangka semangat pengorbanan.

NASEHAT BAGI PARA TAMU

Para tamu sebaiknya selalu mengingat, bahwa aturan-aturan yang dibuat ini hanyalah untuk sementara waktu. Para sukarelawan telah bekerja keras untuk melayani tamu-tamu, tetapi terkadang masih ada hal-hal yang dianggap kurang memuaskan. Hal ini semestinya bisa dimaklumi.

Jika para tamu menjumpai hal-hal yang tidak memuaskan dalam pelayanan, semestinya ia cukup melihatnya sebagai kekurangan petugas saat melaksanakan tugasnya, tidak perlu marah.

Ada banyak pekerjaan dalam skala besar dan sudah merupakan hal yang wajar jika ada kekurangan di sana sini. Hal-hal seperti ini mesti dimaklumi dan diabaikan saja. Adalah sesuatu yang patut dihargai juga jika kita bisa menahan amarah.

NASEHAT BAGI PARA PANITIA

Berlakulah saling menghargai satu sama lain sesama panitia Jalsah dan bekerjalah bersama-sama dalam suasana cinta dan persahabatan. Sebagai tuan rumah, perlihatkanlah keramahan dengan cara yang menyenangkan, dan terus-meneruslah lakukan seperti itu.

Satu hal yang tidak bisa diterima jika para panitia menghilang begitu Jalsah selesai dan tanggungjawabnya ditinggalkan dalam keadaan kacau-balau. Lakukanlah pekerjaan kalian dengan sepenuhnya, rajin dan jujur.

Begitupun, jika para panitia menjumpai ada tamu yang kecewa, segeralah minta ma’af dengan sopan dan bantulah mereka untuk menghilangkan kesulitannya. Ingat ! Jangan pernah berkata kepada tamu dengan kasar dan tidak sopan.

HANDPHONE

Matikanlah HP anda ketika shalat sedang berlangsung. Orang-orang kadang mempunyai kebiasaan membawa HP dan membiarkannya dalam kondisi menyala (ON), kemudian HP-nya berbunyi, hal ini mengalihkan perhatian dari shalat.

ADAB / ETIKA DI MASJID

Ingatlah etika dan aturan di dalam dan disekitar masjid. Karena seluruh kegiatan selama Jalsah itu dilaksanakan di dalam Jalsah Gah dan tenda-tenda yang juga berfungsi sebagai masjid. Oleh karena itu, di dalam Gah dan Tenda pun, ingatlah selalu untuk melaksanakan aturan-aturan dan etika masjid.

ETIKA BERCAKAP-CAKAP

Tinggalkan percakapan-percakapan yang sia-sia. Percakapan harus dilakukan dengan suara yang sangat pelan dan penghormatan. Hindarkanlah pembicaraan-pembicaraan yang mengandung kebencian. Beberapa orang berbicara dengan suara keras dan mempunyai kebiasaan-kebiasaan kasar, atau mereka duduk berkelompok-kelompok dan memuaskan dirinya dengan suara tawa yang terbahak-bahak. Sedapat mungkin hindarilah hal-hal semacam ini selama 3 (tiga) hari Jalsah, bahkan seharusnya menghindarkan hal ini seterusnya, karena itu semua bukanlah kebiasaan baik.

ETIKA SHOLAT

Hari-hari Jalsah harus dilalui dengan mengingat Allah, membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw. dan melaksanakan sholat secara teratur. Para tamu datang dari berbagai tempat, jika mereka tidak melaksanakan sholat-sholat dengan teratur dan pada waktunya, mereka akan kehilangan tujuan sebenarnya dari kedatangan mereka ke dalam Jalsah.

Begitu juga para petugas, di tempat-tempat seperti di dapur, akan sulit meninggalkan tempat tugasnya untuk sholat, oleh karena itu buatlah aturan dan buatlah tempat khusus untuk sholat, agar mereka bisa melaksanakan sholat di tempat tugasnya. Hal ini menjadi tanggungjawab mereka yang berada di tempat-tempat tersebut.

ETIKA MAKAN

Dalam pengamatan selama ini, begitu banyak makanan terbuang selama Jalsah. Seharusnya kita mengamalkan untuk mengambil makanan ke atas piring hanya sebanyak yang bisa dihabiskan sehingga tidak menyisakan apapun. Ajarkan pula hal ini pada anak-anak. Mintalah makanan sebanyak yang bisa dimakan saja.

Akan tetapi, mereka yang bertugas sebagai panitia Jalsah tidak boleh menolak/melarang siapapun yang meminta makanan.

Jika mereka melihat seseorang membuang makanan, maka ingatkanlah secara halus dan sopan agar tidak lagi melakukan hal seperti itu, tetapi tidak boleh ada panitia yang menggunakan kata-kata keras kepada para tamunya.

NASEHAT BAGI PARA WANITA

Para wanita disarankan agar jangan berkeliaran kesana-kemari tanpa tujuan. Bila ada mereka yang bukan Ahmadi dan tidak memakai pardah, mereka hanya boleh diminta untuk memakainya dengan cara yang sopan. Tidak boleh memaksanya. Jika ada wanita Ahmadi yang masih kesulitan menutup muka (dengan cadar), sebaiknya tidak ber-make-up dan membiarkannya apa adanya saja. Sebarkanlah kebiasaan untuk menutup kepala (berkerudung). Ingatlah bahwa kita tengah melewatkan waktu-waktu kita

3 thoughts on “Petunjuk-Petunjuk Jalsah Salanah Dari Khalifah Ahmadiyah ke-V

  1. Assalamualaikum wrwb
    Kepada Yth bapak/ibu Pengelola Ahmaditalk

    Dimohonkan materi² pidato Huzur, Muballigh² atau Penceramah sampai akhir mhn di kirimkan ke email saya bobonmardiyansyah@gmail.com

    Atas bantuan dan kirimkan sebelum dan sesudah ya kami haturkan Jaza kumullah ahsanal jaza

    Wassalamu’alaikum wrwb

Leave a Reply

Your email address will not be published.