Hadits : Qolbu Pusat Kerohanian

Hadits : Qolbu Pusat Kerohanian


عَنْ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir r.a. bahwa Yang Mulia Rasulullah ﷺ bersabda: “Dalam tubuh manusia ada segumpal darah, kalau dia baik maka seluruh tubuh pun akan baik pula; dan kalau dia rusak maka seluruh tubuh pun akan rusak pula. Wahai kaum Muslim, perhatikanlah! Dia itu hati. (H.R.Bukhari, No.50)

Penjelasan:

Dalam hadis ini diterangkan falsafah yang indah sekali tentang bagaimana cara memperbaiki diri. Yaitu, sumber dari semua amal perbuatan manusia adalah hati. Bila dalam hati manusia ada getaran-getaran yang suci dan murni, maka sudah pasti semua amalnya akan berjalan di atas kebaikan pula. Sebaliknya kalau getaran-getaran hatinya itu kotor dan buruk, maka sudah tentu amal perbuatannya pun akan buruk dan kotor pula; karena getaran-getaran atau perasaan-perasaan dalam hati itu merupakan benih, sedang amal itu bagaikan pohon yang tumbuh dari benih itu. Maka hal utama yang harus diperhatikan untuk perbaikan adalah hati.

Kalau para pemimpin bangsa, media masa surat kabar dan majalah memasukan perasaan yang baik ke dalam hati masyarakat umum, demikian pula para dosen di perguruan tinggi terhadap para mahasiswanya, guru-guru di sekolah kepada murid-muridnya. Dan, ibu bapak ke dalam hati anak-anaknya memasukkan pendidikan cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul, cinta kepada agama, serta ditanamkan pulake dalam hati mereka benih-benih cinta kepada bangsa, semangat pengabdian dan pengorbanan, berpegang teguh kepada kebenaran dan kejujuran, maka tidak perlu dipikirkan lagi tentang amal yang baik, karena ketakwaan hati dengan sendirinya akan menumbuhkan pohon amal yang shaleh. Sebaliknya kalau hati buruk dan kotor, maka pohon amal tidak akan tumbuh, kalau tumbuh juga hanya sebentar kemudian akan layu kering terus mati. Betapa indahnya sabda pendiri Jemaat Ahmadiyah:

Tiap kebaikan akarnya takwa, Kalau akar ini ada, Segalanya pun akan ada.

Sesungguhnya hati manusia adalah sumber dari semua amal baiknya. Kalau hati baik maka perbuatan tangan, kaki, mata, dan lidah semuanya pun dengan sendirinya akan baik pula. Sebaliknya kalau hatinya kotor, maka semua amal perbuatan manusia akan berbau busuk pula. Apabila orang semacam ini secara lahiriah melakukan juga perbuatan baik maka amalnya itu hanya merupakan kepalsuan yang kering atau perbuatan pura-pura yang menghendaki pujian belaka.

Maka tugas seorang Muslih ialah pertama sekali dia harus memikirkan perbaikan hati, karena hati itu adalah sumber segalanya; dan dari benih yang kotor idak mungkin akan tumbuh pohon yang bersih dan murni.

Dikutip dari: Buku Empat Puluh Permata Hadis Karya Hazrat Mirza Bashir Ahmad MA, r.a.

Diterjemahkan oleh: Mln.H.M.Abdul Wahid HA.

Ditulis ulang oleh: Abdul Haq Kartono

Terkait

Hadits : Tolonglah Saudaramu yang Zalim, Bukan Saja yang Dizalimi

Hadits : Cintailah Saudaramu Seperti Kau Cintai Dirimu Sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published.