Apa Itu Dukhan (Asap Akhir Zaman) ?

Apa Itu Dukhan (Asap Akhir Zaman) ?

Oleh : Nasir Tahir Ahmad

Belakangan ini, para tokoh Ulama banyak membicarakan bahwa dukhan (asap) itu akan datang ketika Bulan Ramadhan ke 1441 H atau tahun ini. Mereka mengatakan bahwa bumi akan diliputi kegelapan selama 40 hari. Untuk hal ini hanya Allah Yang Maha Tahu dan segala sesuatu merupakan sesuai kehendak-Nya. Sungguh disayangkan bahwa para Ulama ini karena terlalu fokus kepada kebendaan duniawi yang hanya melihat kepada prediksi dari hasil temuan orang-orang Barat sehingga mereka pun dalam hal keruhanian telah mengikuti langkah kekuatan Yajuj Majuj (Kekuatan Eropa).

Dukhan دخان merupakan kata benda dari دخن yang artinya asap. Sebagai contohnya دخنت النار yang artinya api mengeluarkan asap. Dukhan berarti asap dan zat dalam bentuk gas, kejahatan dan kerusakan, kekurangan dan kekeringan, kemandulan dan kelaparan (Lane&Aqrab).

Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa ada 10 tanda akan kedatangan Hari Kiamat yang di antaranya yaitu Daabbah, Dajjal, Dukhan, Yajuj dan Ma’juj.

Dalam hal ini, penulis hanya ingin menyampaikan apa yang disampaikan oleh Hadhrat Masih MauudAS dalam tafsir beliau dan apa yang ada di dalam tafsir kabir. Kata dukhan di dalam Al-Quran hanya disebutkan dua kali. Yang pertama dalam Surah Fushilat ayat 12 yang menjelaskan mengenai Allah Ta’ala menciptakan langit yang pada awalnya masih berbentuk asap, dan yang kedua dalam Surah Ad-Dukhan ayat 11 yang menjelaskan nubuatan akan adanya asap menyelubungi manusia dan itu sebagai suatu siksaan.

ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

Artinya: “Kemudian Dia mengarahkan perhatian ke langit dan langit ketika itu masih merupakan asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu berdua dalam ketaatan, baik secara rela atau terpaksa”. Keduanya berkata, “Kami datang berdua dengan rela”. (QS. Fushilat: 41)

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ (11) يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya: “Maka tunggulah hari itu, ketika langit akan membawa asap yang nyata, yang akan meliputi segenap manusia. Ini adalah suatu azab yang pedih.” (QS. Ad-Dukhan: 11-12)

Hadhrat Masih MauudAS menafsirkan Surah Ad-Dukhan ayat 11-12 tersebut sebagai berikut:

“Dalam ayat ini yang dimaksud dengan dukhan adalah bencana kelaparan yang sangat hebat dimana telah terjadi di zaman RasulullahSAW sampai tujuh tahun. Sampai-sampai orang-orang pada saat itu pernah memakan bangkai dan tulang, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Hadhrat Ibnu Mas’udRA dalam sebuah hadis.

Akan tetapi untuk akhir zaman yang merupakan zamanku telah dijanjikan juga sebuah dukhan yang nyata. Oleh karena itu, atas hal ini maka kehebatan dukhan akan terjadi sebelum kedatangan Al-Masih. Sekarang hendaknya dipahami dengan seksama bahwa paceklik di akhir zaman ini akan terjadi secara jasmani dan ruhani.

Secara jasmani, jika kita perhatikan 50 tahun ke belakang maka kita mengetahui bahwa telah ada paceklik (Masih Mauud menulis ini pada tahun 1891, berarti sekitar tahun 1840-an) dimana barang-barang dan harga segala sesuatu telah sangat mahal, akan tetapi sekarang harganya murah dan hal ini tidak didapati oleh orang-orang pada masa lampau. Saat itu terjadi kelangkaan barang-barang dan harus diingat bahwa bencana kelaparan akan menghancurkan satu dunia hari demi hari.

Dan jika dilihat secara ruhani, maka telah terjadi paceklik dan kelaparan kebenaran, kejujuran dan amanah. Makar, tipu daya dan berbagai macam ilmu dan keahlian telah menyebar di dunia ini seperti kabut asap yang gelap, dan hari demi hari terus maju dan berkembang. Keadaan jahat masa sekarang sungguh sangat berbeda dengan keadaan jahat di masa lalu. Di masa lalu, kebanyakan telah dirampas atau dirusak oleh kebodohan dan kebutaan dalam ilmu. Maka di masa sekarang sedang dirampas atau dirusak ketika meraih ilmu-ilmu pengetahuan. Cahaya baru di masa kita sekarang inilah yang nama lainnya dinamakan dukhan, karena sekarang sedang merusak keimanan, kejujuran dan kesederhanaan secara luar biasa. Kabut ceramah orang-orang pintar telah menyembunyikan matahari kebenaran. Falsafah-falsafah yang menyimpang telah menaruh keraguan terhadap berbagai macam orang-orang bodoh. Pemikiran-pemikiran batil malahan sedang diagung-agungkan. Bahkan kebenaran-kebenaran hakiki dianggap salah dalam pandangan banyak orang. Oleh karena itu, Allah Ta’ala menghendaki untuk memperbaiki kerusakan akal dengan akal lagi dan menekankan falsafah samawi untuk melawan falsafah yang meragukan. Maka inilah yang disebut dukhan yang nyata terjadi di masa kini.” (Tafsir Masih Mau’ud hal. 166-167/Izalah Auham hal.513-515)

Dalam tafsir kabir, Hadhrat Mushlih Mau’udRA mengatakan bahwa referensi Surah Ad-Dukhan ayat 11 menunjuk kepada bencana kelaparan yang sangat mengerikan yang terjadi di Mekkah dan berlangsung sampai beberapa tahun. Pemimpin Kaum Kuffar yakni Abu Sufyan datang ke hadapan RasulullahSAW dan memohon kepada beliau untuk berdoa supaya mereka diselamatkan dari hal yang menakutkan tersebut. Kelaparan ini begitu sangat hebat, sampai-sampai orang-orang Mekkah pernah memakan kulit, tulang dan bangkai. (Bukhari, Kitabul Istisqa)

Bencana kelaparan itu telah dilukiskan dengan kata dukhan (asap), karena menurut satu riwayat dikatakan bahwa kelaparan itu begitu sangat hebatnya sehingga orang merasakan ada semacam asap mengambang di hadapan mata mereka. Atau kata itu telah dipakai karena tidak ada hujan turun selama waktu yang panjang di Mekkah, dan udara sepenuhnya menjadi penuh debu, sebab dukhan berarti pula debu (Lane). Ayat ini dapat pula diartikan mengisyaratkan kepada dua Perang Dunia terakhir, ketika kota-kota kecil maupun besar terbakar dan hancur berantakan, dan asap yang mengepul dari puing-puingnya memenuhi udara seluruhnya dengan asap dan debu. Menurut satu riwayat dikatakan bahwa ketika RasulullahSAW berdoa, maka bencana tersebut telah lenyap. Akan tetapi Kaum Quraisy ini tidak mengambil faedah darinya dan malahan memusuhi Islam. (Tafsir Kabir)

Pendek kata, dukhan merupakan hasil perbuatan bangsa Yajuj dan Majuj. Hadhrat Masih MauudAS berkali-kali dalam beberapa tulisan beliau menyebut bahwa Yajuj dan Majuj merupakan bangsa yang memanfaatkan api, sesuai namanya berasal dari kata ajij yakni api. Hadhrat Masih Mauud bersabda:

“Kemudian disebutkan bahwa pada akhir zaman bahwa Kaum Nasrani akan berkuasa dan dari tangan mereka akan tersebar berbagai macam kekacauan. Dan dari segala arah akan muncul gelombang fitnah dan mereka akan berlari-lari dari setiap ketinggian, yakni dari segala corak akan memperlihatkan puncak kekuatannya dan ketinggiannya. Dalam kekuatan dan pemerintahan juga mereka akan sangat hebat, sehingga pemerintahan dan wilayah yang lain akan menjadi lemah ketika berhadapan dengan mereka. Dan mereka juga akan meraih ketinggian di dalam ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga berbagai macam ilmu mereka akan temukan. Dan mereka akan membuat suatu industri yang luar biasa. Begitu juga di dalam tipu daya dan makar mereka akan meraih ketinggian sampai pada puncaknya. Dan di dalam ekspedisi-ekspedisi duniawi dan dalam meraihnya, tekad-tekad mereka juga sangat tinggi. Begitu pun di dalam usaha dan upaya penyebaran agama mereka juga paling maju dan paling tinggi. Begitu juga dalam sosial masyarakat, perniagaan dan kemajuan kerajinan tangan. Singkat kata dalam setiap perkara mereka akan lebih maju dan unggul dari setiap bangsa. Inilah arti dari ayat

حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ

Artinya: “Demikian akan terjadi hingga ketika Yajuj dan Majuj dilepaskan dan mereka akan datang menyerbu dari setiap ketinggian.” (QS. Al-Anbiya: 97)

Karena kata “hadab” itu berarti tanah yang tinggi dan arti dari “nasl” itu adalah mendahului dan berlari. Yakni mereka akan mendahului setiap bangsa di dalam setiap perkara sehingga mereka akan memperoleh kemuliaan dan ketinggian. Dan bangsa ini disebut Yajuj dan Majuj. Dan inilah ciri dan tanda pendeta-pendeta yang merupakan suatu kelompok penuh dengan fitnah yang disebut Dajjal Ma’hud (dajjal yang dijanjikan). Berkaitan dengan hadab yakni untuk tanah yang tinggi, sehingga setiap ketinggian-ketinggian bumi mereka akan dapatkan. Tetapi dari segi ketinggian samawi mereka tidak akan mendapat bagian. Dan dari kaum inilah yang telah menyampaikan semua upaya tipu daya dan sampai puncaknya menyebarkan kesesatan dan mereka diberi nama Dajjal Akbar.” (Syahadatul Quran vol. 6 hal. 361-362)  

Jadi bangsa-bangsa Yajuj dan Majuj akan membuat kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan, penelitian luar angkasa, bekerja menggunakan api dan mereka akan mencapai berbagai macam planet melalui penemuan baru kendaraan luar angkasa (space craft), roket dan lain-lain. Maka dari karakterisitiknya, gambaran Yajuj dan Majuj tertuju kepada negara-negara maju yang ada di Barat pada saat ini, khususnya Russia dan Amerika Serikat. Merekalah yang telah meraih dominasi atas seluruh dunia dengan sukses memanfaatkan kekuatan api dan bahkan bom atom. Oleh karena itu, kita telah diperingatkan untuk menjauhi pengaruh-pengaruh kekuatan Yajuj dan Majuj karena akan mempengaruhi keimanan dan ketakwaan kita. Dari segi kekuatan dunia, merekalah yang telah menciptakan Perang Dunia dan menyebabkan banyak orang menderita dari segi materi dan finansial. Begitu juga dari segi ilmu pengetahuan, mereka telah banyak menemukan kemajuan teknologi sehingga orang-orang banyak mengikuti mereka. Mereka itulah yang disebut negara-negara superpower.   

Kesimpulan:

  1. Dukhan artinya asap, namun artinya bisa juga penderitaan, kejahatan, peperangan dan kelaparan. Jika suatu masa diliputi oleh tanda-tanda ini, maka itu merupakan dukhan dan ini sebagai suatu tanda akhir zaman dan telah turunnya Almasih yang dijanjikan.
  2. Secara ruhani, dukhan merupakan pengaruh-pengaruh yang membuat keimanan, kebenaran, kejujuran dan amanah menjadi hilang. Malahan makar dan tipu daya menjadi sarana yang paling umum dipakai oleh orang-orang. Maka benarlah tugas Imam Mahdi yang diriwayatkan oleh Hadhrat Abu HurairahRA yakni “Seandainya iman berada di Tsurayya (gugusan bintang yang paling jauh tinggi di langit), maka seorang laki-laki atau beberapa orang laki-laki (Salman Al-Farsi/Bangsa Persia) akan dapat mengambilnya kembali.” (Sahih Bukhari Kitabut Tafsir Surah Al-Jumu’ah ayat 3/4)
  3. Sebagaimana dinubuatkan bahwa Umat Nasrani akan mendominasi dunia dari segala aspek dan kekuatan Yajuj dan Majuj akan mengungguli semua bangsa, maka setiap bangsa akan tunduk dan mengikuti mereka serta memberikan pengaruh yang luar biasa. Pengaruh dan kekuatan mereka akan mempengaruhi agama-agama khususnya Islam. Selangkah demi selangkah Umat Islam akan berkiblat kepada mereka dan kebenaran-kebenaran Islam akan tertutupi oleh kecemerlangan mereka di dunia. Oleh karena itu, sebagaimana dikatakan dalam hadis bahwa tugas Almasih yang dijanjikan adalah yaitu mematahkan salib dan menyelamatkan manusia dari kesyirikan terbesar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.